6 Juni 2026
cara-mudah-hitung-bmr-dan-tdee-untuk-menjaga-pola-makan-dan-berat-badan-433

Banyak dari kita yang ingin memiliki berat badan ideal dan hidup sehat, tapi sering bingung harus mulai dari mana. Salah satu cara terbaik untuk memulai perjalanan kesehatan adalah dengan memahami kebutuhan kalori tubuh. Di sinilah peran penting BMR dan TDEE. Jika kamu pernah mendengar istilah ini tapi belum begitu paham, jangan khawatir! Artikel ini akan menjelaskan secara mudah dan lengkap bagaimana cara hitung BMR dan TDEE, serta bagaimana kedua angka ini bisa membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas sehari-hari.

Apa itu BMR dan TDEE?

Sebelum masuk cara menghitung, penting untuk mengetahui dulu definisi dan fungsi dari BMR dan TDEE.

BMR (Basal Metabolic Rate)

BMR adalah jumlah kalori minimum yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi vital saat kamu sedang beristirahat total, seperti bernapas, memompa darah, dan menjaga suhu tubuh. Jadi, meskipun kamu cuma tidur seharian, tubuh tetap membakar kalori sesuai nilai BMR-mu. BMR biasanya dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi badan.

TDEE (Total Daily Energy Expenditure)

Sementara itu, TDEE adalah total kalori yang kamu butuhkan dalam sehari, termasuk aktivitas fisik dan aktivitas sehari-hari seperti berjalan, bekerja, hingga olahraga. TDEE ini yang menentukan berapa banyak kalori yang harus kamu konsumsi supaya berat badanmu tetap stabil, turun, atau naik tergantung tujuanmu.

Kenapa Perlu Menghitung BMR dan TDEE?

Mengetahui BMR dan TDEE penting agar kamu bisa mengatur pola makan dan aktivitas sesuai kebutuhan tubuh. Berikut beberapa alasan mengapa keduanya penting:

  • Membantu Pengaturan Pola Makan: Dengan tahu kebutuhan kalori, kamu bisa menyesuaikan porsi makan sehari-hari tanpa takut kelebihan atau kekurangan energi.
  • Menentukan Target Berat Badan: Untuk menurunkan berat badan, kamu harus mengonsumsi kalori lebih sedikit dari TDEE. Sebaliknya, untuk menaikkan berat badan, kalori yang masuk harus lebih banyak dari TDEE.
  • Menjaga Kesehatan: Asupan kalori yang sesuai membantu menjaga metabolisme dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Cara Hitung BMR dengan Mudah

Saat ini ada beberapa rumus yang umum digunakan untuk menghitung BMR. Dua rumus paling populer adalah Harris-Benedict dan Mifflin-St Jeor. Namun, rumus Mifflin-St Jeor lebih akurat untuk populasi Asia dan lebih sering direkomendasikan.

Rumus Mifflin-St Jeor

Berikut rumusnya:

  • Untuk pria:
    BMR = (10 × berat badan dalam kg) + (6.25 × tinggi badan dalam cm) – (5 × usia) + 5
  • Untuk wanita:
    BMR = (10 × berat badan dalam kg) + (6.25 × tinggi badan dalam cm) – (5 × usia) – 161

Contoh: Jika kamu wanita, berat 60 kg, tinggi 165 cm, usia 30 tahun, maka:

BMR = (10 × 60) + (6.25 × 165) – (5 × 30) – 161 Wikipedia Bahasa Indonesia

= 600 + 1031.25 – 150 – 161 = 1320.25 kalori

Artinya, tubuhmu membakar sekitar 1320 kalori saat beristirahat total dalam sehari.

Cara Hitung TDEE berdasarkan Aktivitas

Setelah mendapatkan BMR, langkah berikutnya adalah menghitung TDEE dengan mengalikan BMR sesuai tingkat aktivitas harianmu. Berikut kategori aktivitas dan faktor pengalinya:

  • Sedentary (Hampir tidak aktif): BMR × 1.2 (misalnya kerja kantor dan jarang olahraga)
  • Lightly active (Aktif ringan): BMR × 1.375 (jalan ringan, olahraga ringan 1-3 hari/minggu)
  • Moderately active (Aktif sedang): BMR × 1.55 (olahraga sedang 3-5 hari/minggu)
  • Very active (Sangat aktif): BMR × 1.725 (olahraga berat 6-7 hari/minggu)
  • Extra active (Sangat berat): BMR × 1.9 (pekerjaan fisik berat, latihan sangat keras)

Contoh: Jika BMR kamu tadi sekitar 1320 kalori dan kamu termasuk kategori lightly active:

TDEE = 1320 × 1.375 = 1815 kalori per hari.

Artinya, kamu butuh sekitar 1815 kalori untuk mempertahankan berat badanmu dengan aktivitas harian itu.

Bagaimana Menggunakan BMR dan TDEE untuk Mengatur Berat Badan

Sekarang kamu sudah tahu berapa kalori yang dibakar tubuh saat istirahat dan selama aktivitas harian. Berikut cara memanfaatkan angka tersebut untuk tujuan berat badanmu:

1. Menurunkan Berat Badan

Untuk menurunkan berat badan, kamu harus membuat defisit kalori, yaitu mengonsumsi kalori lebih sedikit daripada TDEE. Defisit kalori yang sehat biasanya sekitar 500 kalori per hari, yang bisa menurunkan berat badan sekitar 0.5 kg per minggu.

Contoh: Jika TDEE kamu 1815 kalori, coba konsumsi sekitar 1300-1400 kalori per hari. Namun ingat, jangan kurang dari 1200 kalori untuk wanita dan 1500 kalori untuk pria tanpa pengawasan dokter, karena bisa berdampak buruk pada kesehatan.

2. Menambah Berat Badan

Jika ingin menaikkan berat badan, kamu harus menciptakan surplus kalori, yaitu mengonsumsi kalori lebih banyak dari TDEE. Surplus sekitar 300-500 kalori per hari umumnya cukup untuk pertambahan massa otot dan berat tubuh yang sehat.

3. Menjaga Berat Badan

Kalau tujuanmu adalah menjaga berat badan tetap stabil, maka konsumsi kalori harus sama dengan TDEE. Jangan lupa sesuaikan porsi jika aktivitasmu meningkat atau menurun.

Tips Praktis Mengelola Pola Makan Berdasarkan BMR dan TDEE

Hanya tahu angka BMR dan TDEE saja tidak cukup. Kamu juga perlu menerapkan pola makan dan gaya hidup yang sehat. Berikut tips yang bisa kamu coba:

  • Catat Asupan Kalori: Gunakan aplikasi atau jurnal harian untuk memantau kalori yang masuk agar sesuai dengan target.
  • Perbanyak Konsumsi Makanan Padat Nutrisi: Konsumsi sayur, buah, protein tanpa lemak, dan karbohidrat kompleks agar tubuh tetap mendapat zat gizi lengkap.
  • Jangan Lewatkan Sarapan: Sarapan membantu menjaga metabolisme tubuh tetap aktif selama hari.
  • Olahraga Rutin: Aktivitas fisik tidak hanya membakar kalori tapi juga meningkatkan kebugaran dan kesehatan jantung.
  • Hindari Makan Berlebihan di Malam Hari: Karena aktivitas biasanya menurun, kalori yang masuk malam hari lebih berpotensi menjadi lemak.

Kesimpulan

Hitung BMR dan TDEE adalah langkah awal yang penting untuk mengelola berat badan dan pola makan dengan baik. Dengan mengetahui berapa banyak kalori yang dibutuhkan tubuh saat istirahat dan aktivitas, kamu bisa menentukan target kalori yang tepat sesuai tujuan, apakah ingin menurunkan, menaikkan, atau mempertahankan berat badan. Ingat selalu kombinasikan pengelolaan kalori dengan pola makan sehat dan olahraga rutin agar hasilnya maksimal dan tubuh tetap sehat.

FAQ tentang Hitung BMR dan TDEE

1. Apakah rumus BMR berlaku untuk semua usia?

Rumus BMR cocok untuk orang dewasa. Untuk anak-anak, remaja, atau lansia, kebutuhan kalori bisa berbeda dan lebih baik konsultasi dengan ahli gizi.

2. Apakah hasil perhitungan BMR dan TDEE 100% akurat?

Perhitungan ini adalah estimasi dan bisa bervariasi antar individu. Faktor genetik dan kondisi kesehatan juga memengaruhi kebutuhan kalori sebenarnya.

3. Jika saya olahraga berat, apakah harus terus menghitung TDEE?

Ya, aktivitas fisik yang sering berubah memengaruhi TDEE. Sebaiknya hitung ulang atau gunakan aplikasi yang bisa memantau aktivitas agar kalori yang dikonsumsi tetap sesuai.

4. Apakah saya perlu mengurangi kalori drastis untuk menurunkan berat badan cepat?

Tidak disarankan mengurangi kalori secara drastis karena bisa memperlambat metabolisme dan mengganggu kesehatan. Defisit kalori yang sehat dan bertahap lebih efektif dan aman.

5. Bagaimana jika saya ingin memantau kalori tanpa ribet menghitung manual?

Saat ini banyak aplikasi smartphone yang bisa menghitung BMR, TDEE, serta mencatat asupan kalori harian dengan mudah dan praktis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *